Siamese Fireback Pheasant (Lophura diardi) adalah burung hias nasional Thailand dengan ciri khas bulu abu-abu kebiruan, wajah merah terang, serta ekor panjang yang indah. Jantan memiliki dada gelap dan jambul hitam, sedangkan betina tampil dengan bulu cokelat bercorak alami.
Sepasang Remaja (6–8 bulan) – Rp 18.000.000
Pada usia ini, jantan sudah mulai memperlihatkan bulu abu-abu kebiruan dengan wajah merah khas, sedangkan betina menunjukkan corak cokelat yang semakin jelas. Gerakannya aktif, stamina stabil, dan sudah mudah beradaptasi dengan kandang baru.
Sepasang Dewasa (>8 bulan) – Rp 22.000.000
Jantan tampil maksimal dengan bulu abu-abu penuh, ekor panjang terawat, dan wajah merah menyala. Betina sudah sepenuhnya berkembang dengan corak cokelat lembut, sangat ideal untuk koleksi hias.
Siamese Fireback Pheasant berasal dari hutan dataran rendah Asia Tenggara, terutama Thailand, Laos, Kamboja, hingga Vietnam. Burung ini memiliki makna budaya yang besar, sehingga dijadikan burung nasional Thailand. Mereka hidup di hutan dengan vegetasi rapat, aktif mencari makan di daratan, dan sesekali terbang cepat bila terkejut.
Burung jantan terkenal dengan bulu abu-abu kebiruan yang berpadu dengan jambul hitam dan wajah merah cerah. Betina lebih kecil dengan bulu cokelat bercorak alami untuk berkamuflase. Panjang tubuh jantan dewasa bisa mencapai 80–90 cm, sedangkan betina sekitar 60–70 cm.
Dalam pemeliharaan, Siamese Fireback Pheasant membutuhkan kandang luas dengan tanah terbuka agar bisa bergerak bebas. Kandang sebaiknya semi-terbuka, memiliki tempat berteduh, serta ranting untuk bertengger. Kebersihan kandang mutlak dijaga agar kesehatan bulu tetap prima.
Pakan bisa berupa biji-bijian, jagung giling, sayuran segar, buah, serta tambahan protein dari jangkrik atau cacing. Air minum segar harus selalu tersedia. Dengan perawatan yang konsisten, burung ini akan tampil sehat dengan warna bulu yang semakin indah.
Selain itu, Siamese Fireback Pheasant juga dikenal aktif, terutama pada musim kawin. Jantan sering melakukan tarian khas dan mengeluarkan suara keras untuk menarik perhatian betina. Sifat alami ini membuatnya semakin menarik bagi penghobi unggas hias.
Produk Terkait
Jual Siamese Fireback Pheasant Usia
Daftar Harga
Sepasang Remaja (6–8 bulan) – Rp 18.000.000
Pada usia ini, jantan sudah mulai memperlihatkan bulu abu-abu kebiruan dengan wajah merah khas, sedangkan betina menunjukkan corak cokelat yang semakin jelas. Gerakannya aktif, stamina stabil, dan sudah mudah beradaptasi dengan kandang baru.
Sepasang Dewasa (>8 bulan) – Rp 22.000.000
Jantan tampil maksimal dengan bulu abu-abu penuh, ekor panjang terawat, dan wajah merah menyala. Betina sudah sepenuhnya berkembang dengan corak cokelat lembut, sangat ideal untuk koleksi hias.
Siamese Fireback Pheasant berasal dari hutan dataran rendah Asia Tenggara, terutama Thailand, Laos, Kamboja, hingga Vietnam. Burung ini memiliki makna budaya yang besar, sehingga dijadikan burung nasional Thailand. Mereka hidup di hutan dengan vegetasi rapat, aktif mencari makan di daratan, dan sesekali terbang cepat bila terkejut.
Burung jantan terkenal dengan bulu abu-abu kebiruan yang berpadu dengan jambul hitam dan wajah merah cerah. Betina lebih kecil dengan bulu cokelat bercorak alami untuk berkamuflase. Panjang tubuh jantan dewasa bisa mencapai 80–90 cm, sedangkan betina sekitar 60–70 cm.
Dalam pemeliharaan, Siamese Fireback Pheasant membutuhkan kandang luas dengan tanah terbuka agar bisa bergerak bebas. Kandang sebaiknya semi-terbuka, memiliki tempat berteduh, serta ranting untuk bertengger. Kebersihan kandang mutlak dijaga agar kesehatan bulu tetap prima.
Pakan bisa berupa biji-bijian, jagung giling, sayuran segar, buah, serta tambahan protein dari jangkrik atau cacing. Air minum segar harus selalu tersedia. Dengan perawatan yang konsisten, burung ini akan tampil sehat dengan warna bulu yang semakin indah.
Selain itu, Siamese Fireback Pheasant juga dikenal aktif, terutama pada musim kawin. Jantan sering melakukan tarian khas dan mengeluarkan suara keras untuk menarik perhatian betina. Sifat alami ini membuatnya semakin menarik bagi penghobi unggas hias.












