Ayam Reeves Pheasant (Syrmaticus reevesii) adalah burung hias eksotis asal Tiongkok yang dikenal dengan ekornya yang amat panjang, bahkan panjangnya bisa mencapai 2,4 meter. Selain itu, terdapat pula keindahan bulu berpola keemasan dan coraknya menyerupai batik. Hal ini membuatnya tampak menawan serta berbeda dari jenis pheasant lainnya.
Informasi Harga Secara Detail
- Sepasang Anakan (3–4 bulan) – Rp 5.500.000
Bulu masih dalam tahap pertumbuhan, corak keemasan mulai terlihat. Butuh kandang luas dan pakan bernutrisi untuk mendukung perkembangan ekor. - Sepasang Remaja (6–8 bulan) – Rp 7.500.000
Corak bulu lebih jelas, ekor mulai memanjang, tubuh lebih aktif dan sehat. Sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan luar. - Sepasang Dewasa (18–36 bulan) – Rp 11.500.000
Ekor panjang sempurna dengan pola bulu mencolok. Inilah fase Reeves Pheasant yang menampilkan keindahan maksimalnya.
Ayam Reeves Pheasant ternyata dinamai oleh seorang yang bernama John Reeves, seorang naturalis asal Inggris yang memperkenalkan burung ini ke Eropa pada 1831. Pada habitat aslinya (Tiongkok Tengah), burung Reeves menghuni hutan beriklim sedang dan dikenal aktif bergerak di daratan, meski mampu terbang tinggi jika terkejut.
Ciri khas Reeves Pheasant terdapat pada ekornya yang bisa tumbuh lebih dari dua meter, ini memegang rekor dunia sebagai salah satu ekor terpanjang pada jenis burung. Selain ekor, perpaduan kepala putih dengan pita hitam, dada keemasan, serta corak batik pada tubuh menjadikannya sangat mencolok. Untuk betina cenderung berwarna cokelat kekuningan dengan ukuran lebih kecil.
Burung ini membutuhkan kandang luas dengan area tanah untuk berjalan dan bertengger, serta harus diberi perlindungan dari hujan maupun paparan sinar matahari yang panas. Selanjutnya, pemberian pakan bisa berupa jagung giling, beras merah, pepaya matang, hingga jangkrik atau serangga kecil sebagai tambahan protein.
Ketersediaan air minum pun dianggap sangat penting lantaran di alam liar Reeves biasanya hidup dekat dengan sumber air. Kemudian, dalam hal reproduksi si burung Reeves bertelur pada musim semi (April hingga Mei) dengan jumlah 8-15 butir sekali periode.
Masa inkubasi 24 sampai 25 hari, namun karena naluri mengeraminya lemah, telur sering ditetaskan menggunakan indukan ayam kampung atau mesin penetas telur. Reeves Pheasant jantan dikenal cukup agresif, terutama pada saat musim kawin.
Dengan asal usul sejarah yang panjang, penampilan yang spektakuler, serta sifat aktifnya, Reeves Pheasant menjadi salah satu burung hias paling istimewa di dunia, sekaligus menghadirkan nuansa eksotis bagi siapa pun yang memeliharanya.
Produk Terkait
Jual Reeves Pheasant Usia
Daftar Harga
Informasi Harga Secara Detail
- Sepasang Anakan (3–4 bulan) – Rp 5.500.000
Bulu masih dalam tahap pertumbuhan, corak keemasan mulai terlihat. Butuh kandang luas dan pakan bernutrisi untuk mendukung perkembangan ekor. - Sepasang Remaja (6–8 bulan) – Rp 7.500.000
Corak bulu lebih jelas, ekor mulai memanjang, tubuh lebih aktif dan sehat. Sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan luar. - Sepasang Dewasa (18–36 bulan) – Rp 11.500.000
Ekor panjang sempurna dengan pola bulu mencolok. Inilah fase Reeves Pheasant yang menampilkan keindahan maksimalnya.
Ayam Reeves Pheasant ternyata dinamai oleh seorang yang bernama John Reeves, seorang naturalis asal Inggris yang memperkenalkan burung ini ke Eropa pada 1831. Pada habitat aslinya (Tiongkok Tengah), burung Reeves menghuni hutan beriklim sedang dan dikenal aktif bergerak di daratan, meski mampu terbang tinggi jika terkejut.
Ciri khas Reeves Pheasant terdapat pada ekornya yang bisa tumbuh lebih dari dua meter, ini memegang rekor dunia sebagai salah satu ekor terpanjang pada jenis burung. Selain ekor, perpaduan kepala putih dengan pita hitam, dada keemasan, serta corak batik pada tubuh menjadikannya sangat mencolok. Untuk betina cenderung berwarna cokelat kekuningan dengan ukuran lebih kecil.
Burung ini membutuhkan kandang luas dengan area tanah untuk berjalan dan bertengger, serta harus diberi perlindungan dari hujan maupun paparan sinar matahari yang panas. Selanjutnya, pemberian pakan bisa berupa jagung giling, beras merah, pepaya matang, hingga jangkrik atau serangga kecil sebagai tambahan protein.
Ketersediaan air minum pun dianggap sangat penting lantaran di alam liar Reeves biasanya hidup dekat dengan sumber air. Kemudian, dalam hal reproduksi si burung Reeves bertelur pada musim semi (April hingga Mei) dengan jumlah 8-15 butir sekali periode.
Masa inkubasi 24 sampai 25 hari, namun karena naluri mengeraminya lemah, telur sering ditetaskan menggunakan indukan ayam kampung atau mesin penetas telur. Reeves Pheasant jantan dikenal cukup agresif, terutama pada saat musim kawin.
Dengan asal usul sejarah yang panjang, penampilan yang spektakuler, serta sifat aktifnya, Reeves Pheasant menjadi salah satu burung hias paling istimewa di dunia, sekaligus menghadirkan nuansa eksotis bagi siapa pun yang memeliharanya.












