Swinhoe Pheasant (3)

Swinhoe Pheasant (Lophura swinhoii) adalah burung hias eksotis asal Taiwan dengan tampilan yang sangat kontras. Jantan memiliki bulu biru metalik berkilau, ekor panjang putih, wajah merah menyala, serta jambul putih yang khas. Betina lebih kecil dengan warna cokelat bercorak halus yang berfungsi sebagai kamuflase alami.

Sepasang Remaja (6–8 bulan) – Rp 18.000.000

Pada usia ini, jantan mulai menampakkan bulu biru keunguan dengan wajah merah khas, sedangkan betina memperlihatkan corak cokelat yang semakin jelas. Tubuh keduanya sudah aktif, sehat, dan adaptif terhadap lingkungan kandang. Saya pastikan kualitas bulu remaja tetap terawat hingga dewasa.

Sepasang Dewasa (>8 bulan) – Rp 22.000.000

Jantan tampil dengan bulu biru metalik penuh, jambul putih tegak, ekor panjang putih yang bersih, serta wajah merah terang. Betina terlihat lebih anggun dengan pola cokelat lembut dan postur ramping. Pada fase ini, burung sudah stabil baik dari segi fisik maupun warna, sehingga siap dipelihara sebagai koleksi unggas hias premium.

Swinhoe Pheasant asalnya dari hutan pegunungan Taiwan dan merupakan salah satu buruk endemik yang sangat dijaga kelestariannya. Habitat alaminya berada di ketinggian menengah hingga tinggi dengan vegetasi rapat. Burung ini sangat dikenal aktif, sering mencari makan di tanah, dan sesekali menampilkan suara panggilan keras untuk berkomunikasi.

Burung jantannya memiliki ciri khas bulu biru metalik berkilau, ekor putih panjang, serta jambul putih kontras di kepala. Wajah merah cerah membuat tampilannya semakin unik (beda dari yang lain). Sementara betina lebih kecil, bercorak cokelat untuk menyatu dengan habitat sebagai bentuk perlindungan alami.

Ukuran tubuh sang jantang dewasa bisa mencapai 90 cm, sedangkan betinanya lebih kecil hanya sekitar 50 sampai 60 cm saja. Memang sejatinya betina lebih kecil daripada sang jantan.

Kalau perawatan, Swinhoe Pheasant memerlukan kandang yang luas dengan area tanah agar bisa bergerak bebas. Kemudian kandang harus bersih, memiliki ventilasi baik, dan terlindung dari kelembapan berlebih. Kami sarankan untuk menambah batang atau ranting untuk tempat bertengger agar burung lebih nyaman.

Makan utama burung Swinhoe Pheasant berupa biji-bijian, jagung giling, sayuran hijau, buah, serta tambahan protein dari jangkrik atau serangga kecil. Air minum segar harus selalu tersedia (jangan pakai air keruh).

Swinhoe Pheasant juga dikenal cukup energik, terutama saat musim kawin. Jantan sering menunjukkan tarian khas sambil mengembangkan bulu untuk menarik perhatian betina.

Produk Terkait

Jual Swinhoe Pheasant Usia

Daftar Harga

Swinhoe Pheasant (Lophura swinhoii) adalah burung hias eksotis asal Taiwan dengan tampilan yang sangat kontras. Jantan memiliki bulu biru metalik berkilau, ekor panjang putih, wajah merah menyala, serta jambul putih yang khas. Betina lebih kecil dengan warna cokelat bercorak halus yang berfungsi sebagai kamuflase alami.

Sepasang Remaja (6–8 bulan) – Rp 18.000.000

Pada usia ini, jantan mulai menampakkan bulu biru keunguan dengan wajah merah khas, sedangkan betina memperlihatkan corak cokelat yang semakin jelas. Tubuh keduanya sudah aktif, sehat, dan adaptif terhadap lingkungan kandang. Saya pastikan kualitas bulu remaja tetap terawat hingga dewasa.

Sepasang Dewasa (>8 bulan) – Rp 22.000.000

Jantan tampil dengan bulu biru metalik penuh, jambul putih tegak, ekor panjang putih yang bersih, serta wajah merah terang. Betina terlihat lebih anggun dengan pola cokelat lembut dan postur ramping. Pada fase ini, burung sudah stabil baik dari segi fisik maupun warna, sehingga siap dipelihara sebagai koleksi unggas hias premium.

Swinhoe Pheasant asalnya dari hutan pegunungan Taiwan dan merupakan salah satu buruk endemik yang sangat dijaga kelestariannya. Habitat alaminya berada di ketinggian menengah hingga tinggi dengan vegetasi rapat. Burung ini sangat dikenal aktif, sering mencari makan di tanah, dan sesekali menampilkan suara panggilan keras untuk berkomunikasi.

Burung jantannya memiliki ciri khas bulu biru metalik berkilau, ekor putih panjang, serta jambul putih kontras di kepala. Wajah merah cerah membuat tampilannya semakin unik (beda dari yang lain). Sementara betina lebih kecil, bercorak cokelat untuk menyatu dengan habitat sebagai bentuk perlindungan alami.

Ukuran tubuh sang jantang dewasa bisa mencapai 90 cm, sedangkan betinanya lebih kecil hanya sekitar 50 sampai 60 cm saja. Memang sejatinya betina lebih kecil daripada sang jantan.

Kalau perawatan, Swinhoe Pheasant memerlukan kandang yang luas dengan area tanah agar bisa bergerak bebas. Kemudian kandang harus bersih, memiliki ventilasi baik, dan terlindung dari kelembapan berlebih. Kami sarankan untuk menambah batang atau ranting untuk tempat bertengger agar burung lebih nyaman.

Makan utama burung Swinhoe Pheasant berupa biji-bijian, jagung giling, sayuran hijau, buah, serta tambahan protein dari jangkrik atau serangga kecil. Air minum segar harus selalu tersedia (jangan pakai air keruh).

Swinhoe Pheasant juga dikenal cukup energik, terutama saat musim kawin. Jantan sering menunjukkan tarian khas sambil mengembangkan bulu untuk menarik perhatian betina.

Masih ragu dan ingin tanya tanya dulu?

Hubungi Kami Sekarang (GRATIS!)

Pengiriman

Via kargo kereta tersedia
Via kargo pesawat tersedia
Via kargo bis tersedia
Baca Ketentuan Pengiriman

Produk Terkait